Oleh :
Diana Kusumawati S.Kep.Ns
Definisi
Sindrom geriatrik merupakan : permasalahan umum yang dialami oleh pasien lansia tetapi jarang menjadi perhatian dokter.
Misal : Inkontinensia urine, terjatuh, konstipasi, depresi.
Jatuh
A. Merupakan : Suatu keadaan mendadak / tiba-tiba, perubahan posisi yg mengarah kebawah yg tidak diduga.
B. Penyebab :
Hilangnya keseimbangan, pijakan
Tergelincir / terjegal / tersandung
Cenderung terjatuh (presinkope)
Kelemahan mendadak atau nyeri
Salah melangkah / salah pertimbangan
Kegagalan menyadari atau berespon terhadap perubahan mendadak didalam lingkungan
C. Dampak dari jatuh :
Injuri
Fraktur
Injuri kepala tertutup
Hematoma, robekan kulit
2. Ketakutan jatuh
Imobilitas
Isolasi
Peningkatan resiko jatuh
D. Faktor resiko jatuh :Pasien
Mereka yg sebelumnya pernah jatuh
Perubahan pengamatan / kognisi, kewaspadaan
Gangguan imobilitas
Kerusakan neurologis
Kerusakan sensorik, Pusing
Obat yg mempengaruhi pengamatan
Nyeri
Penyakit akut
E. Faktor resiko jatuh : Lingkungan
Pencahayaan suram / samar
Cahaya silau
Karpet yg lepas
Lantai / permukaan tdk rata lantai basah
lantai basah / licin
Kurangnya alat bantu
Alas kaki
Rintangan
F. Strategi penurunan jatuh
1.Modifikasi faktor resiko individu
Meningkatkan input sensori : Penglihatan, pengurangan nyeri
Meningkatkan kemampuan reaksi :mobilitas
Menyediakan bantuan yg diperlukan : Alarm tempat tidur, monitor, detektor, alat bantu berjalan
2. Modifikasi lingkungan
Pemberian karpet, pencahayaan
Alat bantu
Kasur kondisi baik
Dukung mobilitas
Jangan dukung pada perilaku yg tdk aman
Konstipasi
Adalah :
Buang air besar yg jarang atau dengan kesulitan
Frekwensi BAB kurang dari tiga kali dlm seminggu
Dipaksakan
Feses keras
Pengeluaran yg tdk sempurna
Fungsi Kolon - Anorektal
Myogenik : Pembuka jalan pd depolarisasi lapisan otot yg menyebar melalui pleksus myenterik
Neurogenik : parasimpatetik
Hormonal : pelepasan nitro oxida
Etiologi
Serat dlm diet
Air dlm diet
Imobilisasi : aktivitas fisik menurunkan konstipasi pd lansia
Pengobatan : Narkotik, Kalsium, anti diare
Kekacauan sistemik : hipokalemia, DM, stroke
Pencegahan
Latihan yg cukup
Intake cairan
Intake Serat
Perawatan Konstipasi
Terapi pencahar : stimulan dan pelunak
Obat yg merangsang gerak peristaltik akan mempercepat pengeluaran
Inkontinensia urine
Merupakan : keluarnya / kebocoran urine tanpa disengaja, tidak diharapkan.
Penggolongan inkontinensia urine :
Urge inkontinensia
Stres Inkontinensia
Overflow inkontinensia
Fungsional inkontinensia
1.Urge (dorongan) inkontinensia
Deskripsi : pasien merasa terdorong untuk BAK, namun bagaimanapun tdk bs menahannya cukup lama utk smp kekamar kecil pd waktunya.
Penyebab : pelebaran prostatika, infeksi dll.
2. Stres inkontinensia
Deskripsi : keluarnya / kebocoran urine tanpa disengaja ketika tekanan intra abdominal meningkat.
Mekanisme : Masalah sphincter
Penyebab : relaksasi panggul dan pembedahan prostat
3. Overflow inkontinensia
Definisi : Inkontinensia yg sering atau berlanjut, pasien yg kandung kemihnya selalu penuh
Mekanisme : kandung kemih tdk berkontraksi dengan baik, sbg hasil rentang utk menahan kapasitas urine besar
Penyebab : obstruksi kandung kemih
4. Fungsional inkontinensia
Definisi : inkontinensia urine dari penyebab ekstrinsik pd pasien dgn kandung kemih yg berfungsi normal
Mekanisme : kandung kemih berfungsi dgn baik, bagaimanapun pasien tdk mampu utk smp kekamar kecil pd waktunya
Penyebab : Dimensia, delirium yg diperburuk oleh diuretik, Overload cairan dan infeksi
Showing posts with label SINDROM GERIATRIK. Show all posts
Showing posts with label SINDROM GERIATRIK. Show all posts
Monday, April 19, 2010
Subscribe to:
Posts (Atom)