Showing posts with label Psikologi. Show all posts
Showing posts with label Psikologi. Show all posts

Tuesday, October 12, 2010

FAKTOR - FAKTOR YANG MEMPENGARUHI SIKAP

Faktor Internal

Faktor Fisiologis
Faktor fisiologis sangat berperan penting bagi individu,karena di sinilah sikap individu mulai terbentuk. Misalkan saja seseorang yang tidak mempunyai kesempurnaan fisik(cacat fisik) akan mempunyai tingkat kepercayaan diri yang berbeda dengan seseorang yang normal. Seseorang cacat fisik cenderung kurang percaya diri dan menutup diri dari orang lain. Contoh lainnya adalah tingkat kesanggupan badan untuk melakukan kerja juga akan mempengaruhi sikap individu.

Faktor Psikologis
Faktor psikologis juga berperan dalam pembentukan sikap. Karena dengan aspek psikologis akan berdampak pada sikap individu,jika psikologis seseorang sehat dan mampu beradaptasi maka akan terbentuk sikap yang positif,sebaliknya jika aspek psikologis terganggu maka sikap yang di timbulkan juga mengarah pada kejahatan dan penyimpangan perilaku.

Faktor Motivasi
Motifasi sendiri berperan untuk memberikan dorongan agar suatu tujuan dapat tercapai. Motivasi juga berdasarkan lingkungan sekitar,bagaimana cara individu menyesuaikan situasi agar terbentuk sikap yang baik.
Faktor Eksternal

Faktor Pengalaman
Faktor pengalaman pada individu memberikan pengajaran dan pengetahuan pada seseorang. Dengan pengalaman seseorang akan mengetahui bagaiman menetukan sikap yang baik/buruk. Misalkan pada sseorang yang punya banyak pengalaman berharga,bisa saja ia menjadi orang yang bijaksana atau bahkan menjadi orang yang sombong.

Faktor Situasi
Faktor situasi dapat dikatakan sebagai peluang untuk menetukan dan membentuk sikap. Dalam setiap situasi individu harus mampu berdaptasi karena jika tidak di khawatirkan akan muncul sikap-sikap yang kurang pantas untuk di tampilkan dalam masyarakat.

Faktor Norma
Norma dalam kehidupan dapat memberikan batasan-batasan,dalam hubunganya dengan sikap individu adalah sikap yang timbul dapat bervariasi. Misalkan saja seseorang yang anggota keluarganya seorang militer,dia akan membentuk sikap yang cenderung disiplin dan sedikit keras. Lain halnya pada seseorang yang anggota keluarganya seorang pencuri,dia akan cenderung lebih santai dalam menjalani hidup dan bahkan tidak mempunyai sopan santun.

Faktor Hambatan
Dari kat hambatan saja dapat di simpulkan bahwa faktor ini mempengaruhi terbentuknya sikap. Hambatan itu sendiri dapat di temui dalam lingkungan intrinsik maupun ekstrinsik,dan disini sikap seseorang akan susah untuk di munculkan.

Faktor Pendorong
Faktor pendorong dapat di gunakan sebagai pembentuk sikap. Dorongan dapat timbul oleh pengaruh yang datang dari diri sendiri maupun lingkungan luar,pendidikan,pergaulan,dan lain sebagainya.

Faktor-faktor internal maupun eksternal tersebut dapat berpengaruh dalam pembentukan sikap,sikap yangterbentuk juga akn menimbulkan sebuah reksi. Reaksi tersebut dapat bersifat positif maupun negatif,reaksi yang positif dapat di menunjukkan sikap yang sesuai dengan keinginan dan harapan masyarakat lainnya. Sedangkan reaksi negatif dapat menunjukan sikap seseorang yang kurang serasi dalam kehidupan masyarakat.


Pada akhirnya yang menilai dan yang memantau reaksi tersebut adalah obyek sikap. Obyek sikap sendiri berhak untuk menilai apakahsikap dan reaksi yang individu timbulkan berhak untuk diberi sebuah penghargaan atau bahkan kecaman. Karena disini seseorang tidak dapat menilai dirinya sendiri tanpa dukungan dari orang lain.

Contoh dalam kehidupan sehari-hari:
Misalkan mengambil contoh faktor pengalaman
Seorang perawat profesional mempunyai pengalaman melakukan kegiatan injeksi dan dia juga pernah menjadi obyek mahasiswa coba dalam tes injeksi. Pada saat ia menjadi seorang mahasiswa ia juga merasa gugup untuk melakukan injeksi,tetapi karena sekarang ia sudah mahir(pengalaman yang cukup) maka ia akan bersikap,lebih menarik,tenang. Dan reaksi yang di timbulkan ia akan memberikan pelayanan yang memuaskan pada pasien,dan pasien sendiri akan merasa si untungkan.

Faktor Psikologis
Misalkan jika seseorang perawat mengalami depresi akibat permasalahan perekonomian keluarga atau bahkan tugas kerja yang di bebankan terlalu banyak. Maka ia akan memunculkan reaksi yang negatif,ia akan cepat emosi,tidak fokus dalm kerja,dan pihak yang di rugikan adalah pasien. Sudah sakit masih mendapat perlakuan yang buruk dari perawat dan tidak mendapat pelayanan secara maksimal.

Faktor Motivasi
Motivasi di perlukan oleh seorang perawat untuk berkembang menjadi yang lebih baik lagi. Dorongan yang di hasilkan akan membentuk sikap perawat yang profesional,bertanggung jawab pada tugasnya. Reaksi yang di timbulkan juga bermacam-macam,tingkah laku dan penampilan yang menarik,pandai dan cekatan serta dapat menciptakan suasana yang menyenangkan dan dapat menghibur pasien.

Tuesday, April 20, 2010

Konsep Dasar Kepribadian

Materi 2
KONSEP DASAR KEPRIBADIAN
DEFINISI KEPRIBADIAN

Kepribadian disebut “personality” dari kata “persona” yaitu topeng. Persona kemudian mengacu pada gambaran sosial atau peran tertentu pada diri individu.
Koswara (1991), kepribadian adl bagaimana individu menampilkan dan menimbulkan kesan bagi individu lain.
Freud yang dikutip oleh Koswara (1991), kepribadian adl suatu struktur yang terdiri dari tiga sistem, yakni id, ego, dan super ego.
Maramis (1999), kepribadian adl keseluruhan pola pikiran, perasaan, dan perilaku yang sering digunakan oleh seseorang dalam usaha adaptasi yang terus menerus terhadap hidupnya.


STRUKTUR KEPRIBADIAN
FREUD (1856-1939)
    Das es (Id):
Sistem kepribadian yang asli (orisinil), dibawa sejak lahir
Sifatnya buta, tidak rasional
Merupakan komponen kebutuhan yang harus dipenuhi
Merupakan prinsip kenikmatan
    Das Ich (Ego)
   Merupakan “Polisi Lalu Lintas” bagi id dan Super   ego.
Bekerja berdasarkan prinsip realita.
Berfungsi untuk mereduksi tegangan yang timbul dalam diri organisme.
    Das Ueber Ich (Super Ego)
Merupakan aspek sosiologis kepribadian dan aspek moral.
Berfungsi memberikan pemahaman tentang apakah sesuatu benar atau salah, pantas atau tidak, susila atau tidak sehingga tindakan ind sesuai dengan moral masyarakat.
PERBEDAAN KEPRIBADIAN, WATAK, DAN TABIAT
Kepribadian adl “Bagaimana indvd tampil dan menimbulkan kesan bagi ind lain” atau “suatu organisasi yang dinamis dari sistem psikofisik ind yang memntukan TL dan pemikiran ind scr khas shg ia dapat menyesuaikan diri dengan lingkungannya” (Allport, 1951)
Watak ialah kepribadian yang dipengaruhi oleh motivasi yang menggerakkan kemauan shg orang tersebut bertindak. Jadi menunjukkan pada tindakan akibat kemauan yang teguh dan kukuh maka ia dinamakan sebagai orang yang berwatak. Orang berwatak apabila sikap, TL, dan perbuatannya dipandang dari segi norma-norma sosial adalah baik dan sebaliknya.

Temperamen (tabiat), adl gejala kerakteristik dari sifat emosi individu, termasuk mudah tidaknya terkena rangsangan emosi, kualitas kekuatan suasana hati secara fluktuasi dan intensitas suasana hati dan karenanya terutama berasal dari keturunan. Jadi temperamen sifatnya turun temurun dan tak dapat diubah oleh pengaruh dari luar.
TIPOLOGI KEPRIBADIAN
Tipologi C.G. Jung
Introvert,bersifat tertutup, suka memikirkan diri sendiri, tidak terpengaruh pujian, banyak fantasi, tidak tahan kritik, mudah tersinggung, menahan ekspresi emosi, sukar bergaul, sukar dimengerti orang lain
Extravert, bersifat terbuka, lincah dalam pergaulan, riang, ramah, mudah berhubungan dengan orang lain kebal terhadap kritik, tidak begitu merasakan kegagalan.

Tipologi Kretschmer
Tipe Schizothym, bersifat pemalu, banyak fantasi, penyendiri, senang berpikir tentang dirinya sendiri, dan lekas tersinggung.
    Tipe ini dijumpai pada konstitusi tubuh, seperti:
    a. Leptosom-tubuh jangkung
        Ciri fisik: badan langsing kurus, rongga     dada kecil, perut kecil, kaki kurus,     tulang muka kelihatan, dan berat      relatif kurang

    b.    Athletis-tubuh selaras
        Ciri Fisik: Tulang, otot dan kulit kuat,     tinggi, bahu lebar dan kuat, dada besar     dan kuat, leher tegak, muka bulat telur.
Tipe Cycloothim, bersifat aktif, lekas bereaksi dengan emosi yang keras terhadap stimulus dari luar, humoris, mudah bergaul, dan emosi tidak stabil.Tipe ini dijumpai pada konstitusi tubuh yang piknis atau stenis dengan ciri badan gemuk dan pendek, banyak lemak, leher pendek dan perut besar.
GANGGUAN KEPRIBADIAN
PARANOID
    bentuk gangguan kepribadian dengan sifat curiga yang berlebihan dan menonjol.
    Kriteria gangguan kepribadian paranoid dalam DSM-IV-TR.terdapat empat atau lebih ciri-ciri dari gangguan ini:
     Kecurigaan yang bersifat pervasif bahwa     dirinya sedang dicelakai, dikhianati, atau     diekploitasi
     Keraguan yang tidak berdasar terhadap     kesetiaan teman-teman atau para rekanan     dan bahwa mereka dapat dipercaya

 Memberikan makna tersendiri terhadap berbagai tindakan orang lain yang tidak mengandung maksud apapun
 Mendendam atas berbagai hal yang dianggapnya sebagai kesalahan
 Kecurigaan yang tidak berdasar terhadap kesetiaan pasangan hidupnya atau pasangan seksual lain.

SKIZOID
    Kriteria gangguan kepribadian skizoid dalam DSM IV:
     Kurang berminat atau kurang menyukai     hubungan dekat
     Hampir secara aksklusif lebih menyukai     kesendirian
     Kurang memiliki teman
     Bersikap masa bodoh terhadap pujian     atau kritik dari orang lain

HISTORIK atau HISTRIONIK
    Kriteria gangguan kepribadian histrionik dalam DSM-IV:
     Kebutuhan besar untuk menjadi pusat perhatian
     Perilaku tidak senonoh secara seksual yang     tidak pantas
     Memanfaatkan penampilan fisik untuk menarik     perhatian orang lain pada dirinya
     Bicara tidak tepat, penuh semangat     mempertahankan pendapat yang kurang     memiliki ideal
     Menyalahartikan hubungan sebagai lebih intim     dari yang sebenarnya.

ANTISOSIAL
    gangguan kepribadian dengan sifat dan perilakunya berulang-ulang membawa konflik di masyarakat karena dasarnya tidak tersosialisasi. Kriteria gangguan kepribadian Antisosial dalam DSM-IV:
     Berulangkali melanggar hukum
     Menipu, berbohong
     Impulsivitas
     Mudah tersinggung dan agresif
     Tidak bertanggungjawab dan kurang memiliki     rasa penyesalan
     Biasanya dilakukan oleh anak minimal umur     18 tahun
PENTINGNYA PERAWAT MENGETAHUI TIPE KEPRIBADIAN ORANG LAIN
Seorang perawat hendaknya memahami perbedaan kepribadian yang ia miliki dan orang lain serta menyadari ciri-ciri yang khas yang ia miliki agar dapat membantu memudahkan berinteraksi secara positif dengan orang lain.
    Beberapa ciri-ciri kepribadian yang perlu dimiliki seorang perawat adalah:
    a. Penampilan yang menarik,meliputi performance     luar dan sikap terhadap pasien
    b. Kejujuran
    c. Berjiwa sportif
    d. Rendah hati dan murah hati
    e. Ramah, simpati, pandai bergaul
    f.     Pandai menimbang perasaan

Konsep Dan sejarah perilaku manusia

MATERI 1
KONSEP dan SEJARAH PERILAKU MANUSIA
SECARA HISTORIS

Proses perkembangan PL manusia sebagian ditentukan oleh kehendaknya sendiri, dan sebagian tergantung pada alam.
Ciri khas manusia adl memiliki kebutuhan yang secara terus menerus untuk dipenuhi. Mns dibekali cipta (kognitif), rasa (afektif) dan karsa (psikomotor) serta dapat mengatur dunia untuk kepentingan hidupnya.
PROSES TERBENTUKNYA PL
TEORI PERILAKU


Dari sudut biologis, perilaku adalah suatu kegiatan atau aktivitas organisme yang bersangkutan, yang dapat diamati secara langsung ataupun tidak langsung
Ensiklopedia Amerika, perilaku diartikan sebagai suatu aksi-reaksi organisme terhadap lingkungannya. Perilaku baru terjadi apabila ada sesuatu yang diperluakan untuk menimbulkan reaksi yakni yang disebut rangsangan (Notoatmojo,S.1997:60).
Umum, perilaku manusia pada hakekatnya adalah proses interaksi individu dengan lingkungannya sebagai manifestasi hayati bahwa dia adalah makhluk hidup (Desminiarti:1990).

CIRI PL MANUSIA
Kepekaan sosial, adl kemampuan manusia untuk dapat menyesuaikan Plnya sesuai pandangan dan harapan org lain;
Kelangsungan PL, adl PL manusia terjadi scr berkesinambungan;
Orientasi pada tugas;
Usaha dan perjuangan;
Keunikan individu.
PROSES PEMBENTUKAN PL
Teori Kebutuhan (Abraham Maslow), yaitu PL terbentuk karena adanya kebutuhan.
MOTIVASI PL
Dorongan untuk mencapai tujuan tertentu baik disadari atau tidak disadari ;
        - Intrinsik
        - Ekstrinsik

Untuk meningkatkan motivasi PL ada 4, :
    a.     memberi hadiah,
    b.     persaingan yang sehat,
    c.     memperjelas tujuan,
    d.     memberi informasi keberhasilan kegiatan     yang telah dilakukan.
FAKTOR YANG MEMPENGARUHI
PL seseorang dipengaruhi oleh :
BENTUK PL
PERILAKU KESEHATAN
PERILAKU KESEHATAN
Tanggapan seseorang terhadap rangsangan
yang berkaitan dengan sakit, sistem pelayanan kesehatan, makanan dan lingkungan.
Perilaku seseorang terhadap sakit dan penyakit sesuai dengan tingkat-tingkat pemberian pelayanan kesehatan yang menyeluruh/ sesuai dengan tingkat pencegahan penyakit, yaitu:
Health Promotion Behavior
Health Prevention Behavior
Health Seeking Behavior
Health Rehabilitation Behavior
Perilaku Terhadap Sistem Pelayanan Kesehatan
Respon thd fasilitas pelyn.kes
Respon thd cara pelyn.kes
Respon thd petugas pelyn.kes
Respon thd pemberian obat-obatan
Perilaku Orang Sakit dan Perilaku Orang Sehat
Perilaku sakit adalah segala bentuk tindakan yang dilakukan oleh individu yang sedang sakit agar memperoleh kesembuhan (Solita Sarwono,1993)
Perilaku sehat adalah tindakan yang dilakukan individu untuk memelihara dan meningkatkan kesehatannya, termasuk pencegahan penyakit, perawatan kebersihan diri, olahraga, dll.
Penyebab Perilaku Sakit
Dikenal dan dirasakannya tanda/gejala yang menyimpang dari keadaan normal
Anggapan adanya gejala serius yang menimbulkan bahaya
Gejala yang diderita dirasakan akan mengganggu hub kerja, masy & keluarga
Adanya kebutuhan untuk mengatasi gejala penyakit
Tersedianya berbagai sarana pelayanan kesh.
7 (Tujuh) Perilaku Orang Sakit Yang Dapat Diamati
Fearfullness
Regresi
Egosentris
Hiperbolis
Emosional
Perubahan Persepsi Individu
Berkurangnya Minat
PERILAKU ABNORMAL
Perilaku normal adl perilaku yang adekuat (serasi, tepat) yang bisa diterima oleh masyarakat pada umumnya. Sikap hidupnya/ attitude-nya sesuai dengan pola kelompok masyarakat tempat ia berada, sehingga tercapai satu relasi interpersonal dan intersosial yang memuaskan.
Abnormal (dari segi patologis) adl akibat suatu kecelakaan, suatu penyakit, atau status kepribadian yang kacau yang kita jumpai pada penderita simptom klinis tertentu
Abnormal (dari segi statistik) adl bahwa perilaku tersebut jarang ditemukan.  

Abnormal (dari segi kultural) adl bahwa perilaku tersebut melanggar norma sosial atau mengancam atau mencemaskan mereka yang mengamatinya.
Pribadi yang normal secara relatif dekat sekali dengan integrasi jasmaniah-rokhaniah yang ideal, kehidupan psikisnya kurang lebih stabil sifatnya, tidak banyak memendam konflik batin, tenang, dan jasmaniahnya sehat selalu.
Pribadi yang abnormal mempunyai atribut secara relatif mereka itu jauh daripada status integrasi. Ada atribut “inferior” dan “superior”.
SEBAB-SEBAB ABNORMALITAS
Sebab-sebab yang menjadi seseorang abnormal ada beberapa kejadian, yaitu:
Faktor Hereditas atu keturunan
    antara lain pada peristiwa psikosa, idiocy, psikosa sifilitik (oleh penyakit syphilis).
Faktor sebelum lahir
    a. yaitu kekurangan nutrisi, infeksi dan luka-    luka,     serta keracunan sewaktu bayi ada     dalam     kandungan.
   

b.  Sewaktu ibu mengandung menderita penyakit antara lain: kholera, typhus, malaria khronis, syphilis, TBC (bayi akan menderita toxemia, yaitu peristiwa keracunan pada darah, sehingga terjadi abnormalitas pada sistem syaraf neuron).
c. Terjadi intoxication/ keracuanan  pada janin karena pada waktu mengandung muda minum obat-obat penenang yang beracun  sehingga mengakibatkan bayi mengalami kerusakan mental.
d. Ibu mengalami psikosa ketika tengah mengandung sehingga bayi yang lahir akan mengalami cacat mental.
e. Ketika ibu sedang mengandung perut atau kandungannya tekena pukulan yang hebat shg menyebabkan bayi rusak atau cacat otak.


3. Faktor ketika lahir
    a.  Kelahiran dengan bantuan tang (tangverlossing)            yang sulit. Kurang lebih 5% dari jumlah bayi     yang lahir dengan cara tersebut mengalami     retardasi mental.
    b.   Asphixia, lahir tanpa napas seolah-olah     tercekik.hal ini disebabkan adanya lendir     dalam     alat pernapasan bayi. Padat pula     sang ibu     mendapat anaesthesi (zat bius)     terlalu banyak shg     bayi-bayi tersebut     dapat mengalami retardasi     mental.
    c.    Prematurity, 5% bayi-bayi ini mengalami kerusakan otak, pertumbuhan dan perkembangnnya menjadi terlambat, dan pendarahan pada bagian kepala berupa intracranial haemorrhage.

4. Faktor sesudah lahir (0 - 3 tahun)
Pengalaman-pengalaman traumatik yaitu luka-luka pada kepala atau di kepala bagian dalam oleh karena bayi pernah jatuh, terpukul,dan bayi pernah pingsan lama.
Kejang/ stuip, bayi menderita sakit atau panas yang tinggi, infeksi, kejang-kejang tau mengalami epilepsi.
Infeksi pada otak atau pada selaput otak pada umumnya anak akan mengalami retardasi atau kelambatan pada fungsi intelegensinya

d. Kekurangan nutrisi
e. Faktor psikologis, kurang kasih sayang orang tuanya anak akan mengalami hambatan pada perkembangan intelligensinya dan emosinya.
MACAM-MACAM PL ABNORMAL
PSIKOPAT
    adl kelainan pl, khususnya berbentuk pl yang anti sosial, yaitu tidak memedulikan norma-norma sosial (sarwono, Sarlito Wirawan, 2000)
    Penyebab
    Tidak mendapat kasih sayang dari lingkungannya pada masa muda, pada tahun-tahun pertama tidak pernah memperoleh kemesraan dan kelembutan dari lingkungannya.
    Akibatnya
    Kehilangan perasaan sosial dan kemanusiaan, tidak mampu menjalin hubungan antar manusia, diliputi rasa kebencian/ dendam/ curiga, diliputi rasa tidak senang dan tdk puas.
   

                Bentuk Psikopat


           


   

DEFISIENSI MORAL
    individu yang hidupnya deliquent, selalu melakukan kejahatan dan berperilaku asosial.
    Penyebab
    tidak mendapat kasih sayang dari orang tuanya dan selalu mendapat perlakuan yang keras dan kejam, shg ind menjadi pendendam.
    Kelompok defisiensi moral
    Damage Children
    - Suka protes
    - Badung
    - Suka melawan
    - Egois
    - Retardasi
    - Sikap dingin/ cuek

    Juvenile deliquency
    - Tidak memiliki kesadaran sosial dan moral, mental   lemah, labil, tidak terbentuk, dan tidak     terkendali karena tidak terbentuk super ego
    - overacting, perilaku liar
    - mempunyai rasa inferior dan dendam yang dikompensasikan dengan perbuatan kekerasan, agresif, destruktif, dan kriminal.

ABNORMALITAS SEKSUAL
    Jenis-jenis abnormalitas seksual
Homoseksual adl ketertarikan melakukan hubungan sek dengan sesama jenis
Pedofilia adl pemuasan seksual dengan obyeknya seorang anak, baik sejenis atau lawan jenis.
Transvestitisme adl abnormalitas seksual pada laki-laki heteroseksual dalam memperoleh kepuasan seksual dengan memakai pakaian wanita
Ekshibisionism adl memperoleh kepuasan seks dengan jalan memperlihatkan genetaliannya secara berulang kpd orang yang tdk dikenal
Bestiality adl kepuasan seksual yang diperoleh melalui hubungan seksual dengan binatang.
Incest adl hubungan seks antara dua orang didlm/ diluar perkawinan dengan keluarga dekat.
METPEN DALAM PSIKOLOGI ABNORMAL
Studi Kasus
Riset Epidemiologis
Metode Korelasi
Eksperimen

Ilmu Mengenai Kehidupan Mental Dan Perilaku

Mata Kuliah Psikologi
ERVIA TOGA, S.PSi
Psikologi
Ilmu Mengenai Kehidupan Mental Dan Perilaku

Masalah-masalah sosial dapat mempengaruhi perilaku individu ataupun kelompok.
Semua masalah-masalah sosial tersebut apabila tidak tersalurkan dan tidak dapat ditangani dengan baik dapat menimbulkan bermacam-macam gangguan mental/ kekalutan mental/ penyakit mental dari taraf ringan sampai berat.
P E N G E R T I A N
Menurut Kartini Kartono (1989), yang disebut gangguan mental adalah bentuk gangguan dan kekacauan fungsi mental atau kesehatan mental yang disebabkan oleh kegagalan meraksinya mekanisme adaptasi dari fungsi-fungsi kejiwaan terhadap stimulus ekstern dan ketegangan-ketegangan sehingga muncul gangguan fungsi atau gangguan struktur dari satu bagian, satu organ, atau sistem kejiwaan/ mental.
J.P Chaplin (1981) berpendapat bahwa gangguan mental adalah ketidakmampuan menyesuaiakan diri yang mengakibatkan orang menjadi tidak memiliki suatu kesangguapan.

Penyebab Gangguan Mental
(Menurut Soeharto Heerdjan)
Tanda gangguan mental:
Cemas / ketakutan
Pahit hati
Apatis
Iri hati
Rasa dengki
Cemburu
Kemarahan yang eksplosif
Ketegangan batin yang kronis
Asosial

Bentuk gangguan mental:
Psikosis-Schizofrenia
Psikopat
Histeria
Fugue
Schizophrenia
S. Paranoid

Masalah-masalah Khusus Dalam Psikologi
Tindakan apa yang terbaik untuk menangani masalah perokok dan kegemukan ?
Bagaimana menolong orang yang sakit parah agar menghadapi maut dengan tenang?
Seberapa aktifkah psikoterapi terhadap pengobatan kecanduan minuman keras?
Perilaku bagaimana yang harus dimiliki seorang perawat untuk menumbuhkan motivasi sembuh pada pasien?
Obyek Penyelidikan
Bersifat abstrak, sehingga untuk melihat keaktifan-keaktifannya yang termanifestasi dalam bentuk Tingkah Laku (TL).

Faktor Pembeda
Hereditas, yaitu kecenderungan untuk berkembang mengikuti pola-pola tertentu
Lingkungan, yaitu segala sesuatu yang mengelilingi individu di dalam hidupnya, meliputi;
        Phisik
        Psikis


 Pendekatan Kognitif
Mengacu pada proses mental dari persepsi, ingatan dan pengolahan informasi yang memungkinkan seseorang memperoleh pengetahuan, memecahkan persoalan dan merencanakan masa depan.
Tokoh : Tan Rogers, Albert Bandura (Belajar Sosial), Kurt Lewin (tentang Teori Medan).
Lebih mengacu pada tradisi Gestalt, yaitu Kesatuan, Keseluruhan, Pola dan Konfigurasi.
 Pendekatan Psikoanalitik
Dikembangkan oleh : Sigmund Freud.
Dasar Pemikiran : Sebagian besar perilaku kita berasal dari proses yang tidak disadari (unconscious process).
Tokoh : Sigmund Freud, C.G. Jung, Adler, Erikson, Anna Freud, Eric Fromm, Karen Horney, Sullivan.
 Pendekatan Fenomenologis
Memusatkan perhatian pada pengalaman subyektif.
Pendekatan ini berhubungan dengan pandangan pribadi mengenai dunia dan penafsiran mengenai berbagai kejadian yang dihadapinya.
Disebut juga sebagai humanistik yang menekankan pada kebebasan berkeinginan dan aktualisasi diri.
Tokoh : Abraham Maslow.
 Pendekatan Neurobiologi
Mengkhususkan proses neurobiologi yang mendasari perilaku dan kegiatan mental.
Ada hubungan yang erat antara kegiatan otak, perilaku dan pengalaman.

Kegiatan organisme yang dapat diamati.
Mempelajari S – R (Stimulus – Respon).
Eksperimen = Skinner Box.
TUGAS MAKALAH
Apa itu Psikologi ?
Fungsi Psikologi di tengah-tengah disiplin ilmu yang lain :
    - bagi dunia pendidikan dan pengajaran
    - bagi dunia kedokteran dan keperawatan
    - bagi dunia kriminal ;
    - bagi dunia perdagangan ;
    - bagi dunia kepemimpinan.
3. Sebutkan dan jelaskan karakteristik pribadi yang normal dan abnormal!
    (min. 8)


SELAMAT BELAJAR
TERIMA KASIH