PENGERTIAN
Tekanan : aliran darah terhadap setiap satuan luas dari dinding pembuluh darah
Tekanan Darah Menggambarkan :
klik ini dulu
Keefektifan Kontraksi Jantung
Cukup Tidaknya volume darah
Adanya obstruksi / hal-hal lain yang menghambat aliran darah
Bunyi Jantung
Selama gerakan jantung terdengar 2 macam suara :
(Disebabkan oleh katup-katup yang menutup secara pasif)
Bunyi Jantung II Disebabkan :
Menutupnya katub Aortik dan pulmoner sesudah kontraksi dari ventrikel
B J II : Pendek dan Tajam terdengar seperti suara “ D U B “
FASE I : PENGISIAN
Volume Akhir Sistole :
Jumlah darah yang tetap tinggal dalam ventrikel sesudah denyut jantung terdahulu.
Volume Ventrikel : ± 45 ml
Tekanan Diastole hampir 0
Volume Akhir Diastole :
Darah baru yang berasal dari atrium memasuki ventrikel (± 70 ml)
Meningkat ± 115 ml
FASE II ; KONTRAKSI ISOVOLEMIK
Volume tetap , tekanan ventrikel sebesar 80 mm Hg.
FASE IV : PERIODE RELAKSASI ISOVOLEMIK
Akhir periode ejeksi, katup semilunar menutup ke nilai tekanan diastole
Ventrikel kembali ke titik permulaan
( sisi darah dalam ventrikel 45 ml tekanan atrium 0 mmHg
Faktor Yang Mempengaruhi Tekanan Darah (Fisiologi)
Tahanan Perifer
Tahanan yang dikeluarkan oleh gesekan darah yang mengalir dalam pembuluh
Elastisitas dinding P. Darah
Viskositas (kekentalan darah)
Volume Darah
Gerakan memompa jantung
FAKTOR LAIN :
Ber + usia tekanan darah semakin naik
Pria > wanita (pada umur sama)
Formula tekanan darah sistolik untuk anak
Bp. Sistole : 80 + (2 x umur anak dalam tahun)
VARIASI TEKANAN DARAH MENURUT UMUR
CARA MENGUKUR TEKANAN DARAH
Persiapan Alat :
1. manometer air raksa/aneroid
2. stetoskop
3. buku observasi
Cara Kerja :
a. Cuci tangan
b. Terangkan pd pasien ttg prosedur yang
akan dilakukan dan tujuan dilakukan
pengukuran tekanan darah
c. Berikan pd pasien posisi yg nyaman
( berbaring / duduk )
bila pasien duduk salah satu tangan
diletakkan diatas meja (tangan kanan dengan
posisi flexi dan sejajar dgn jantung)
d. Palpasi daerah arteri brachialis
e. Pastikan bahwa manset tidak ada udara,
kemudian pasang manset diatas arteri
brachialis ± 2,5 cm (diatas denyutan )
f. Letakkan manometer (tabung air raksa sejajar
dengan mata)
g. Untuk memulai mengukur tek. Darah, buka dahulu
kait yang terletak dibawah tabung air raksa ke arah
kanan .
h. Palpasi daerah arteri radialis dan temukan
denyutan. Tutup katup pemompa dgn kencang
kemudian pompa sampai tidak teraba denyutan
pada arteri radialis tambahkan ± 30 mmHg.
i. Pasang stetoskop pada telinga dan letakkan di arteri
brachialis
j. Buka katup pemompa secara perlahan-lahan dgn
waktu ± 30 detik/ 2-3 mmHg.
k. Dengar bunyi I dan pada angka berapa bunyi I
terdengar
l. Lanjutkan sampai bunyi II terdengar
m. Ulangi pengukuran dgn selang waktu 30 menit
n. Catat hasil pengukuran dan bereskan alat
o. Cuci tangan
GANGGUAN TEK. DARAH
HIPERTENSI
Tekanan darah yang naik diatas normal
Tekanan diastole yang lebih dari 130
mmHg Hipertensi serius
HIPOTENSI
Tekanan darah dibawah normal
Terjadi :
Waktu istirahat, lelah dan gejala dari
penyakit
.
Showing posts with label Pemeriksaan Fisik. Show all posts
Showing posts with label Pemeriksaan Fisik. Show all posts
Friday, April 23, 2010
PEMERIKSAAN FISIK
Tujuan :
1. menentukan masalah kesehatan aktual dan potensial klien
2. menentukan penyebab penyakit dan menentukan penyakit yang diderita klien
klik ini dulu
Manfaat :
1. Deteksi dan dokumentasi perubahan penting kondisi klien. Perubahan kondisi klien bisa cepat dan tidak kelihatan, dan dapat dilihat melalui pengukuran tanda vital dan observasi.
Menetapkan tanda kewaspadaan dini : mengantisifasi kerusakan dan penyimpangan keadaan sebelum adanya diagnostik pasti.
Mengantisifasi masalah : hasil pemeriksaan fisik digunakan untuk perawatan pencegahan
Pemahaman tentang kebutuhan utama dan pengalaman tentang penyakit : akan mengurangi kecemasan dan meningkatkan kesembuhan
SEBELUM PEMERIKSAAN FISIK PERLU RIWAYAT KEPERWATAN
Riwayat keperawatan adalah : kumpulan data mengenai tingkat kesehatan , perubahan pola hidup, peran sosial budaya, reaksi mental dan emosional terhadap penyakit
Tujuan : adalah mengidentifikasi pola kesehatan dan penyakit , faktor resiko kesehatan fisik dan penyimpangan dari normal
Komponen riwayat kesehatan meliputi :
1. Informasi biografi : Nama; tgl lahir; jenis kelamin; status perkawinan
2. Riwayat klien :
Alasan untuk mencari perawatan kesehatan dan pengkajian riwayat kesehatan masa lalu. Meliputi : info timbulnya gejala, lama penyakit, faktor pencetus dan tindakan penyembuhan
Riwayat kesehatan meliputi : penyakit sebelumnya.
3. Riwayat keluarga : Status kesehatan keluarga saat. Dikaitkan keseh klien
4. Riwayat kesehatan lingkungan meliputi : informasi terhadap bahaya cedera dan polutan
5. Riwayat psikososial : Status sossek, nilai kehidupan, kebiasaan sosial, perilaku sexual, koqnitif dan afektif
6. Pemeriksaan fisik meliputi pemeriksaan kepala s/d kaki dari sistem tubuh klien
KETRAMPILAM PEMERIKSAAN FISIK
Inspeksi
Palpasi
Perkusi
Auskultasi
PERSIAPAN PEMERIKSAAN FISIK
PERSIAPAN LINGKUNGAN
Ada tirai penghalang ( untuk RS)
Cahaya cukup
Ruangan yang tenang, ruang kedap suara amat ideal
Atur posisi yang nyaman dengan diberi bantal kecil pada kepala
Bila posisi terlentang naikkan kepala tempat tidur ±30ยบ
Ruangan cukup hangat
PERALATAN DAN BAHAN PEMERIKSAAN FISIK
1. Format pemeriksaan fisik dan pulpen
2. Kartu snellen
3. Senter
4. Tensi meter
5. Stetoskop
6. Timbangan BB
7. Pengukur TB
8. Termometer
PERSIAPAN FISIK KLIEN
Pastikan kenyaman fisik klien sebelum pemeriksaan fisik, apa ingin BAB/BAK
Pastikan klien berpakaian dengan baik
Pastikan klien tetap hangat.
SURVEY UMUM
Adalah Observasi penampilan dan perilaku umum klien , mengukur tanda vital, BB dan TB, antropometri meliputi : kepala, dada, lengan atas, abdomen.
PESIAPAN KLIEN
Posisi duduk/berdiri
Melepas sepatu/pakaian yang tebal
RIWAYAT
Tanyakan TB/BB saat ini, apa ada perubahan BB
kaji riwayat pemasukan dan pengeluaran cairan
Minta klien menjelaskan apa saja yang telah dimakan selama 24 jam sebelumnya
Tanyakan alasan mencari pertolongan
TEHNIK PENGKAJIAN
KAJI ULANG PENAMPILAN DAN PERILAKU UMUM KLIEN :
Jenis kelamin , mempengaruhi tipe pengkajian dan bagaimana pengkajian dilaksanakan
Tanda distres : seperti nyeri, sulit nafas
Tipe tubuh : langsing, gemuk, kurus
Postur : merosot, tegak atau bongkok
Pergerakan tubuh : tremor extrimitas, imobilitas extrimitas
Hygine dan kerapian : amati kulit, rambut, kuku , dan cara berpakaian
Bau badan : bau badan tidak enak hygine yang tidak baik
Minat dan afek. Afek ; perasaan seseorang tentang penampilan terhadap orang lain. Minat (moot) ; expresi verbal maupun non verbal
Bicara : normal, pelan atau cepat
PENGUKURAN BB DAN TB
Kalibrasi timbangan pada titik nol
Klien berdiri tegak diatas timbangan, naikkan tangkai logam yang menonjol pada timbangan ke atas kepala klien
MENGUKUR TANDA VITAL
Tekanan darah
Respirasi
Nadi
Suhu tubuh
PENGUKURAN ANTROPOMETRI
Lingkar lengan atas (LILA)
Dada
Kepala
Abdomen
Lingkar kepala bayi : 31 – 37 cn
Lingkar dada bayi : melebihi lingkar kepala ± 2,5 cm
Lingkar dada 1-2 th sama dengan lingkar kepala
Lingkar dada 3-4 th 5-7 cm lebih kecil dari lingkar kepala
1. menentukan masalah kesehatan aktual dan potensial klien
2. menentukan penyebab penyakit dan menentukan penyakit yang diderita klien
klik ini dulu
Manfaat :
1. Deteksi dan dokumentasi perubahan penting kondisi klien. Perubahan kondisi klien bisa cepat dan tidak kelihatan, dan dapat dilihat melalui pengukuran tanda vital dan observasi.
Menetapkan tanda kewaspadaan dini : mengantisifasi kerusakan dan penyimpangan keadaan sebelum adanya diagnostik pasti.
Mengantisifasi masalah : hasil pemeriksaan fisik digunakan untuk perawatan pencegahan
Pemahaman tentang kebutuhan utama dan pengalaman tentang penyakit : akan mengurangi kecemasan dan meningkatkan kesembuhan
SEBELUM PEMERIKSAAN FISIK PERLU RIWAYAT KEPERWATAN
Riwayat keperawatan adalah : kumpulan data mengenai tingkat kesehatan , perubahan pola hidup, peran sosial budaya, reaksi mental dan emosional terhadap penyakit
Tujuan : adalah mengidentifikasi pola kesehatan dan penyakit , faktor resiko kesehatan fisik dan penyimpangan dari normal
Komponen riwayat kesehatan meliputi :
1. Informasi biografi : Nama; tgl lahir; jenis kelamin; status perkawinan
2. Riwayat klien :
Alasan untuk mencari perawatan kesehatan dan pengkajian riwayat kesehatan masa lalu. Meliputi : info timbulnya gejala, lama penyakit, faktor pencetus dan tindakan penyembuhan
Riwayat kesehatan meliputi : penyakit sebelumnya.
3. Riwayat keluarga : Status kesehatan keluarga saat. Dikaitkan keseh klien
4. Riwayat kesehatan lingkungan meliputi : informasi terhadap bahaya cedera dan polutan
5. Riwayat psikososial : Status sossek, nilai kehidupan, kebiasaan sosial, perilaku sexual, koqnitif dan afektif
6. Pemeriksaan fisik meliputi pemeriksaan kepala s/d kaki dari sistem tubuh klien
KETRAMPILAM PEMERIKSAAN FISIK
Inspeksi
Palpasi
Perkusi
Auskultasi
PERSIAPAN PEMERIKSAAN FISIK
PERSIAPAN LINGKUNGAN
Ada tirai penghalang ( untuk RS)
Cahaya cukup
Ruangan yang tenang, ruang kedap suara amat ideal
Atur posisi yang nyaman dengan diberi bantal kecil pada kepala
Bila posisi terlentang naikkan kepala tempat tidur ±30ยบ
Ruangan cukup hangat
PERALATAN DAN BAHAN PEMERIKSAAN FISIK
1. Format pemeriksaan fisik dan pulpen
2. Kartu snellen
3. Senter
4. Tensi meter
5. Stetoskop
6. Timbangan BB
7. Pengukur TB
8. Termometer
PERSIAPAN FISIK KLIEN
Pastikan kenyaman fisik klien sebelum pemeriksaan fisik, apa ingin BAB/BAK
Pastikan klien berpakaian dengan baik
Pastikan klien tetap hangat.
SURVEY UMUM
Adalah Observasi penampilan dan perilaku umum klien , mengukur tanda vital, BB dan TB, antropometri meliputi : kepala, dada, lengan atas, abdomen.
PESIAPAN KLIEN
Posisi duduk/berdiri
Melepas sepatu/pakaian yang tebal
RIWAYAT
Tanyakan TB/BB saat ini, apa ada perubahan BB
kaji riwayat pemasukan dan pengeluaran cairan
Minta klien menjelaskan apa saja yang telah dimakan selama 24 jam sebelumnya
Tanyakan alasan mencari pertolongan
TEHNIK PENGKAJIAN
KAJI ULANG PENAMPILAN DAN PERILAKU UMUM KLIEN :
Jenis kelamin , mempengaruhi tipe pengkajian dan bagaimana pengkajian dilaksanakan
Tanda distres : seperti nyeri, sulit nafas
Tipe tubuh : langsing, gemuk, kurus
Postur : merosot, tegak atau bongkok
Pergerakan tubuh : tremor extrimitas, imobilitas extrimitas
Hygine dan kerapian : amati kulit, rambut, kuku , dan cara berpakaian
Bau badan : bau badan tidak enak hygine yang tidak baik
Minat dan afek. Afek ; perasaan seseorang tentang penampilan terhadap orang lain. Minat (moot) ; expresi verbal maupun non verbal
Bicara : normal, pelan atau cepat
PENGUKURAN BB DAN TB
Kalibrasi timbangan pada titik nol
Klien berdiri tegak diatas timbangan, naikkan tangkai logam yang menonjol pada timbangan ke atas kepala klien
MENGUKUR TANDA VITAL
Tekanan darah
Respirasi
Nadi
Suhu tubuh
PENGUKURAN ANTROPOMETRI
Lingkar lengan atas (LILA)
Dada
Kepala
Abdomen
Lingkar kepala bayi : 31 – 37 cn
Lingkar dada bayi : melebihi lingkar kepala ± 2,5 cm
Lingkar dada 1-2 th sama dengan lingkar kepala
Lingkar dada 3-4 th 5-7 cm lebih kecil dari lingkar kepala
PENGKAJIAN NADI
Denyut nadi adl : aliran darah yd dpt teraba pd berbagai titik tubuh
Lokasi denyut nadi : klik ini dulu
Radial paling umum dilakukan
Apikal deteksi kelainan u/ denyut nadi radial
Karotid terbaik menemukan denyut nadi saat kondisi memburuk
Brakhial pengukuran TD
Femoral
Ulna
Politeal, dll
Hasil normal :
Bayi baru lahir : 100-180 x/mnt
Bayi 1 mgg -3 bln : 100-220 x/mnt
3 bln – 2 th : 80-150 x/mnt
Anak 2 – 10 th : 70 – 110 x/mnt
Remaja 10 – 21 th : 60 – 90 x/mnt
Dewasa > 21 th : 69 – 100 x/mnt
Faktor yg memp frekwensi :
Latihan : japen meningk, japan menguat otot jantun frekw > rendah
Demam, panas
Nyeri akut, cemas
Obat-obatan : betabloker memperlambat
Kehilangan darah : meningk
Perubahan posisi tubuh : berbaring (nurun), berdiri (ningkat)
Cheyne stokes : irama resp tdk teratur ditandai periode apnea dan hiperventilasi. Dimulai lambat & dangkal yg perlahan meningk kedalaman dan frekw
Kussmaul : kedalaman respirasi abnormal dg irama teratur frekw meningk
Dispnea : kesulitas bernapas, ditandai peningk u/ menghirup & mengeluarkan udara. Menggunakan otot2 interkosta dan tambahan
Biot’s : respirasi tdk teratur dg periode apnea, ditandai peningk tekan intrakranial
7. Metabolisme : hipertiroid (meningkat) hipotiroid (menurun)
Peralatan :
Jam tangan dengan detik
Pena dan lembar kerja
Langkah langkah :
Cuci tangan
Jelaskan tujuan dan prosedur
Bantu klien terlentang atau duduk.
Bila terlentang , tangan menyilang di dada bawahnya dg pergelangan terbuka dan telapak ke bawah.
Bila duduk , tekuk sikunya 90 dan sangga lengan bawahnya di atas kursi . Julurkan pergelangan dg telapak tangan ke bawah
4. Letakkan ujung dua jari pertama atau tiga jari tengah tangan anda menekan menekan sepanjang celah radial atau ibu jari disamping pergelangan dalam klien
5. Bila nadi dpt diraba dg teratur , gunakan penunjuk detik pd jam tangan anda, mulai menghitung frekwensi ,mulai dari 0 dan kemudian 1, dll
6. Bila nadi teratur , selama 30 dt dan hasil kalikan 2
7. Bila nadi tdk teratur hitumg selama 1 mnt penuh
8. Kaji keteraturan dan frekwensi
9. Tentukan kekuatan nadi. Apakah nadi meninjol kuat, lemah atau cepat.
10. Catat dalam lembar kerja. Laporkan bila ada abnormalitas pd dokter atau perawat senior
11. Diskusikan hasilnya dg klien
12. Cuci tangan
PENGKAJIAN PERNAPASAN
Peralatan :
Jam tangan dengan detik
Pena dan lembar kerja
Langkah langkah :
Pastikan klien posisi yg nyaman, lebih baik duduk/ semi fowler
Letakkan lengan klien posisi rileks menyilang abdomen , tempatkan tangan anda langsung pd abdomen atas klien
3. Obs siklus pernapasan lengkap (inspirasi dan expirasi)
4. Sekali siklus ter obs, perhatikan jarum jam penunjuk dtk dan mulai hitung frekwensi : bl dtk jam tangan mencapai angka putaran , hitung “ satu” untuk mulai siklus pertama yg lengkap.
5. Orang dewasa, hitung jumlah pernapasan dlm 30 dtk dan kalikan 2. Bayi dan anak hitung selama 1 mnt
6. Orang dewasa yg tdk normal (lambat atau cepat) hitung selama 1 mnt
7. Sementara menghitung, perhatikan kedalaman pernapasan (dangkal, normal, atau dalam) dan irama normal atau terjadi perubahan pola.
8. Catat hasil dlm lembar kerja.
Respirasi normal
Bayi baru lahir : 35 X/mnt
1-11 bln : 30 X/mnt
2 thn : 25 X/mnt
4 – 12 th : 19- 23 X/mnt
14-18 th : 18 X /mnt
Dewasa : 12 – 20 X/mnt
Lansia (>65 th) meningkat scr bertahap
Faktor yg memp respirasi :
Latihan
Kecemasan, takut
Kesadaran diri
Terapi obat ; anagetik narkotik (menurunkan), amfetamin dan kokain (meningkatkan
Demam
Merokok
Posisi tubuh : tegak , bungkuk
Jenis kelamin : pria > wanita kapas vital
Usia : dari bayis/d dewasa meningk kaps vital, elastisitas dan kedalaman paru
Nyeri akut : meningk frekw &kedalaman
Asidosis metabolik dan Asd respiratorik : meningk frekw & kedalaman
Gangguan respirasi
Bradipnea : lambat tp frekw teratur
Takipnea : >normal kedalaman teratur
Hiperpnea : Peningk kedalaman & frek
Apnea : penghentian respirasi
Hiperventilasi : ventilasi melebihi kebut metabolisme, pertukaran gas, kecep dan kedalaman meningk
Hipoventilasi : udara yg masuk tdk mencukupi kebutuh
Cheyne stokes : irama resp tdk teratur ditandai periode apnea dan hiperventilasi. Dimulai lambat & dangkal yg perlahan meningk kedalaman dan frekw
Kussmaul : kedalaman respirasi abnormal dg irama teratur frekw meningk
Dispnea : kesulitas bernapas, ditandai peningk u/ menghirup & mengeluarkan udara. Menggunakan otot2 interkosta dan tambahan
Biot’s : respirasi tdk teratur dg periode apnea, ditandai peningk tekan intrakranial
PENGUKURAN SUHU AKSILA
Peralatan :
Termometer kaca merkuri pendek atau termometer elektronik
Kertas tissu
Pena dan lembar kerja
3 botol berisi : air sabun, disinfektan, air
Langkah langkah :
Cuci tangan
Jelaskan prosedur pd klien
3. Tutup gorden sekitar TT , dan tutup pintu ruangan.
4. Bantu klien untuk duduk atau posisi terlentang. Lepaskan pakaian atau baju dari bahu dan tangan klien.
5. Ukur suhu
Termometer kaca :
Pegang ujung atas termometer dg ujung2 jari anda
Baca ketinggian merkuri
Bila diatas tk yg diinginkan. Pegang ujung atas termometer dg kuat dan jauhkan dr benda keras. Dg cepat goyangkan keatas dan kebawah. Lanjutkan sampai pembacaan mencapai tk yg tepat.
c. Masukkan termometer ke tengah aksila klien, turunkan tangan diatas termometer, dan letakkan lengan bawah menyilang di atas dada.
d. Tahan termometer selama 5-10 mnt/sesuai kebijakan institusi
e.Lepaskan termometer dan bersihkan adanya sekret dg tissu. Bersihkan dg cara memutardari jari ke arah pentolan. Buang tissunya.
f. Bila termometer mau digunakan lagi, termometer dicelupkan ke botol air sabur lalu di bersihkan dg kassa/tissu, dicelupkan ke botol disifektan lalu dibersihkan terakhir pd botol berisi air dan dibersihkan dg kassa/tissu.
6. Bantu klien menggunakan baju
7. Cuci tangan
8. Catat suhu pd bagan atau lembar kerja. Tanda A untuk aksila, O (oral) R (rektal)
Panas diprodusi tubuh dg 4 cara :
Dengan metabolisme basal
Latihan meningk kerja otot
Sekresi hormon tiroid
Saat gula darah turun, rangsangan sarap simpatikmemacu sekresi epineprin dan nor epineprin meningk produksi suhu
Suhu hilang dr tubuh dg 4 cara :
Radiasi ; perpindahan panas tanpa ada kontak dr keduanya
Konduksi : perpindahan panas mll kontak langsung dg tubuh
Konveksi : udara panas sekitar kulit tubuh mengalir ke udara yg lebih dingin mll arus konveksi
Evaporasi : kehilangan panas tdk terlihat, Diaforesis mengatur suhu tubuh mll evaporasi
Pusat pengaturan suhu : hipotalamus
Faktor yg mempeng suhu:
Usia : bayi pengat suhu tdk stabil s/d pubertas. Dewasa tua sensitif thd suhu extrim akibat penurun pengat panas
Latihan : lat berat meningk suhu
Variasi diurnal : berubah 0,5-1 C/24 jam,terendah pk 01.00-04.00, memuncak antara pk 4 – 7.00
Stress
Faktor yg mempeng suhu:
Lingkungan : suhu extrim lingk meningk/menurun. Tgt luasnya T4, kelembaban dan arus konveksi
Tingkat hormonal : siklus menstruasi dan menapause menyebab fluktuasi suhu
Lokasi denyut nadi : klik ini dulu
Radial paling umum dilakukan
Apikal deteksi kelainan u/ denyut nadi radial
Karotid terbaik menemukan denyut nadi saat kondisi memburuk
Brakhial pengukuran TD
Femoral
Ulna
Politeal, dll
Hasil normal :
Bayi baru lahir : 100-180 x/mnt
Bayi 1 mgg -3 bln : 100-220 x/mnt
3 bln – 2 th : 80-150 x/mnt
Anak 2 – 10 th : 70 – 110 x/mnt
Remaja 10 – 21 th : 60 – 90 x/mnt
Dewasa > 21 th : 69 – 100 x/mnt
Faktor yg memp frekwensi :
Latihan : japen meningk, japan menguat otot jantun frekw > rendah
Demam, panas
Nyeri akut, cemas
Obat-obatan : betabloker memperlambat
Kehilangan darah : meningk
Perubahan posisi tubuh : berbaring (nurun), berdiri (ningkat)
Cheyne stokes : irama resp tdk teratur ditandai periode apnea dan hiperventilasi. Dimulai lambat & dangkal yg perlahan meningk kedalaman dan frekw
Kussmaul : kedalaman respirasi abnormal dg irama teratur frekw meningk
Dispnea : kesulitas bernapas, ditandai peningk u/ menghirup & mengeluarkan udara. Menggunakan otot2 interkosta dan tambahan
Biot’s : respirasi tdk teratur dg periode apnea, ditandai peningk tekan intrakranial
7. Metabolisme : hipertiroid (meningkat) hipotiroid (menurun)
Peralatan :
Jam tangan dengan detik
Pena dan lembar kerja
Langkah langkah :
Cuci tangan
Jelaskan tujuan dan prosedur
Bantu klien terlentang atau duduk.
Bila terlentang , tangan menyilang di dada bawahnya dg pergelangan terbuka dan telapak ke bawah.
Bila duduk , tekuk sikunya 90 dan sangga lengan bawahnya di atas kursi . Julurkan pergelangan dg telapak tangan ke bawah
4. Letakkan ujung dua jari pertama atau tiga jari tengah tangan anda menekan menekan sepanjang celah radial atau ibu jari disamping pergelangan dalam klien
5. Bila nadi dpt diraba dg teratur , gunakan penunjuk detik pd jam tangan anda, mulai menghitung frekwensi ,mulai dari 0 dan kemudian 1, dll
6. Bila nadi teratur , selama 30 dt dan hasil kalikan 2
7. Bila nadi tdk teratur hitumg selama 1 mnt penuh
8. Kaji keteraturan dan frekwensi
9. Tentukan kekuatan nadi. Apakah nadi meninjol kuat, lemah atau cepat.
10. Catat dalam lembar kerja. Laporkan bila ada abnormalitas pd dokter atau perawat senior
11. Diskusikan hasilnya dg klien
12. Cuci tangan
PENGKAJIAN PERNAPASAN
Peralatan :
Jam tangan dengan detik
Pena dan lembar kerja
Langkah langkah :
Pastikan klien posisi yg nyaman, lebih baik duduk/ semi fowler
Letakkan lengan klien posisi rileks menyilang abdomen , tempatkan tangan anda langsung pd abdomen atas klien
3. Obs siklus pernapasan lengkap (inspirasi dan expirasi)
4. Sekali siklus ter obs, perhatikan jarum jam penunjuk dtk dan mulai hitung frekwensi : bl dtk jam tangan mencapai angka putaran , hitung “ satu” untuk mulai siklus pertama yg lengkap.
5. Orang dewasa, hitung jumlah pernapasan dlm 30 dtk dan kalikan 2. Bayi dan anak hitung selama 1 mnt
6. Orang dewasa yg tdk normal (lambat atau cepat) hitung selama 1 mnt
7. Sementara menghitung, perhatikan kedalaman pernapasan (dangkal, normal, atau dalam) dan irama normal atau terjadi perubahan pola.
8. Catat hasil dlm lembar kerja.
Respirasi normal
Bayi baru lahir : 35 X/mnt
1-11 bln : 30 X/mnt
2 thn : 25 X/mnt
4 – 12 th : 19- 23 X/mnt
14-18 th : 18 X /mnt
Dewasa : 12 – 20 X/mnt
Lansia (>65 th) meningkat scr bertahap
Faktor yg memp respirasi :
Latihan
Kecemasan, takut
Kesadaran diri
Terapi obat ; anagetik narkotik (menurunkan), amfetamin dan kokain (meningkatkan
Demam
Merokok
Posisi tubuh : tegak , bungkuk
Jenis kelamin : pria > wanita kapas vital
Usia : dari bayis/d dewasa meningk kaps vital, elastisitas dan kedalaman paru
Nyeri akut : meningk frekw &kedalaman
Asidosis metabolik dan Asd respiratorik : meningk frekw & kedalaman
Gangguan respirasi
Bradipnea : lambat tp frekw teratur
Takipnea : >normal kedalaman teratur
Hiperpnea : Peningk kedalaman & frek
Apnea : penghentian respirasi
Hiperventilasi : ventilasi melebihi kebut metabolisme, pertukaran gas, kecep dan kedalaman meningk
Hipoventilasi : udara yg masuk tdk mencukupi kebutuh
Cheyne stokes : irama resp tdk teratur ditandai periode apnea dan hiperventilasi. Dimulai lambat & dangkal yg perlahan meningk kedalaman dan frekw
Kussmaul : kedalaman respirasi abnormal dg irama teratur frekw meningk
Dispnea : kesulitas bernapas, ditandai peningk u/ menghirup & mengeluarkan udara. Menggunakan otot2 interkosta dan tambahan
Biot’s : respirasi tdk teratur dg periode apnea, ditandai peningk tekan intrakranial
PENGUKURAN SUHU AKSILA
Peralatan :
Termometer kaca merkuri pendek atau termometer elektronik
Kertas tissu
Pena dan lembar kerja
3 botol berisi : air sabun, disinfektan, air
Langkah langkah :
Cuci tangan
Jelaskan prosedur pd klien
3. Tutup gorden sekitar TT , dan tutup pintu ruangan.
4. Bantu klien untuk duduk atau posisi terlentang. Lepaskan pakaian atau baju dari bahu dan tangan klien.
5. Ukur suhu
Termometer kaca :
Pegang ujung atas termometer dg ujung2 jari anda
Baca ketinggian merkuri
Bila diatas tk yg diinginkan. Pegang ujung atas termometer dg kuat dan jauhkan dr benda keras. Dg cepat goyangkan keatas dan kebawah. Lanjutkan sampai pembacaan mencapai tk yg tepat.
c. Masukkan termometer ke tengah aksila klien, turunkan tangan diatas termometer, dan letakkan lengan bawah menyilang di atas dada.
d. Tahan termometer selama 5-10 mnt/sesuai kebijakan institusi
e.Lepaskan termometer dan bersihkan adanya sekret dg tissu. Bersihkan dg cara memutardari jari ke arah pentolan. Buang tissunya.
f. Bila termometer mau digunakan lagi, termometer dicelupkan ke botol air sabur lalu di bersihkan dg kassa/tissu, dicelupkan ke botol disifektan lalu dibersihkan terakhir pd botol berisi air dan dibersihkan dg kassa/tissu.
6. Bantu klien menggunakan baju
7. Cuci tangan
8. Catat suhu pd bagan atau lembar kerja. Tanda A untuk aksila, O (oral) R (rektal)
Panas diprodusi tubuh dg 4 cara :
Dengan metabolisme basal
Latihan meningk kerja otot
Sekresi hormon tiroid
Saat gula darah turun, rangsangan sarap simpatikmemacu sekresi epineprin dan nor epineprin meningk produksi suhu
Suhu hilang dr tubuh dg 4 cara :
Radiasi ; perpindahan panas tanpa ada kontak dr keduanya
Konduksi : perpindahan panas mll kontak langsung dg tubuh
Konveksi : udara panas sekitar kulit tubuh mengalir ke udara yg lebih dingin mll arus konveksi
Evaporasi : kehilangan panas tdk terlihat, Diaforesis mengatur suhu tubuh mll evaporasi
Pusat pengaturan suhu : hipotalamus
Faktor yg mempeng suhu:
Usia : bayi pengat suhu tdk stabil s/d pubertas. Dewasa tua sensitif thd suhu extrim akibat penurun pengat panas
Latihan : lat berat meningk suhu
Variasi diurnal : berubah 0,5-1 C/24 jam,terendah pk 01.00-04.00, memuncak antara pk 4 – 7.00
Stress
Faktor yg mempeng suhu:
Lingkungan : suhu extrim lingk meningk/menurun. Tgt luasnya T4, kelembaban dan arus konveksi
Tingkat hormonal : siklus menstruasi dan menapause menyebab fluktuasi suhu
Monday, April 19, 2010
Prosedur Pemeriksaan Fisik Pada Mata
By; eswe
1. Inspeksi
Alis Mata
Normal Simetris
Kondisi bulu mata rontok a/ sengaja di cabut
Suruh klien menaikan dan menurunkan alis menget. Otot & saraf Fasialis
kesimetrisan
Warna seperti kulit sekitar, halus
Posisi mata scr normal paralel satu sama lain.
Bulu mata mskEnteropion, keluareksteropion
Normal bisa menutup bola mata
Catat jika ada lesi (ukuran,bentuk,warna, cairan yg keluar)
Perhatikan bulu mata, normal menyebar rata dan melengkung keluar.
Perhatikan pola kedipan bilateral (n; 20x/mnt)
c. Kornea
Normal berkilau, transparan & halus
BIla di uji sensitifitas dg kapas akan mengedip
e. Iris & Pupil
Pola iris hrs jelas dg pantulan warna yg sama (sebutkan warna iris)
Pupil normal utk org Indonesia berwarna hitam, bundar, teratur sebanding dlm ukuran ( diameter 3 s/d 7 mm)
Bandingkan kanan dan kiri, normal sama besar (isokor), mengecil (miosis, ex; o/k obat; morfin), amat kecil (pin point), melebar ( medriasis; o/k koma,alkohol,DM,uremia, epilepsy).
Uji reflek pupil thd cahaya lgsg serentak; normal bila diberi sinar akan mengecil
Lensa
Normal jernih dan transparan, pada org tua kdg ada cincin putih seputar iris (Arkus senilis)
Palpasi Mata
Sebagian dllk bersamaan dg Inspeksi
Dllk dg tujuan utk menget.adanya nyeri tekan,besar benjolan dalam, konsistensi, peningkatan TIO,
Hanya dllk pd palpebra.
c. Gerakan 2 mata (ekstraokuler)
Normal dpt mengikuti 8 arah mata angin
Pemeriksaan dg Alat (px. Penunjang Dasar)
Snellen Card langsung Praktek perhatikan jarak periksa dan tahapan pemeriksaan serta cara penulisan visus.
Pemeriksaan Lapang Pandang,
Px.Lapang pandang Kontroversi
Px. Dg Amsler Grid. (sentral 200)
1. Inspeksi
Alis Mata
Normal Simetris
Kondisi bulu mata rontok a/ sengaja di cabut
Suruh klien menaikan dan menurunkan alis menget. Otot & saraf Fasialis
kesimetrisan
Warna seperti kulit sekitar, halus
Posisi mata scr normal paralel satu sama lain.
Bulu mata mskEnteropion, keluareksteropion
Normal bisa menutup bola mata
Catat jika ada lesi (ukuran,bentuk,warna, cairan yg keluar)
Perhatikan bulu mata, normal menyebar rata dan melengkung keluar.
Perhatikan pola kedipan bilateral (n; 20x/mnt)
c. Kornea
Normal berkilau, transparan & halus
BIla di uji sensitifitas dg kapas akan mengedip
e. Iris & Pupil
Pola iris hrs jelas dg pantulan warna yg sama (sebutkan warna iris)
Pupil normal utk org Indonesia berwarna hitam, bundar, teratur sebanding dlm ukuran ( diameter 3 s/d 7 mm)
Bandingkan kanan dan kiri, normal sama besar (isokor), mengecil (miosis, ex; o/k obat; morfin), amat kecil (pin point), melebar ( medriasis; o/k koma,alkohol,DM,uremia, epilepsy).
Uji reflek pupil thd cahaya lgsg serentak; normal bila diberi sinar akan mengecil
Lensa
Normal jernih dan transparan, pada org tua kdg ada cincin putih seputar iris (Arkus senilis)
Palpasi Mata
Sebagian dllk bersamaan dg Inspeksi
Dllk dg tujuan utk menget.adanya nyeri tekan,besar benjolan dalam, konsistensi, peningkatan TIO,
Hanya dllk pd palpebra.
c. Gerakan 2 mata (ekstraokuler)
Normal dpt mengikuti 8 arah mata angin
Pemeriksaan dg Alat (px. Penunjang Dasar)
Snellen Card langsung Praktek perhatikan jarak periksa dan tahapan pemeriksaan serta cara penulisan visus.
Pemeriksaan Lapang Pandang,
Px.Lapang pandang Kontroversi
Px. Dg Amsler Grid. (sentral 200)
Prosedur Pemeriksaan Fisik Abdomen
NAMA :SUGENG WALUYO,S.Kep,S.Pd
Lahir : Banyuwangi, 28 Agustus 1974
Kode Akses : 110
Alamat : Benculuk – Cluring
Dinas : Bidang P2P Dinkes Bayuwangi
Silabus KDM Dosen Sugeng W
Pemeriksaan Fisik Abdomen : 6 x 50 menit
Konsep dasar Nuritrisi : 4 x 50 menit
Konsep Keseimbangan nutrisi : 6 x 50 menit
Pemeriksaan Fisik Abdomen
Persiapan Alat :
Stetoskop
Penggaris Kecil
Pita Pengukur
Pensil Gambar
Bantal Kecil
Persiapan Klien
Anjurkan klien utk mengosongkan kandung kencing
Atur ruangan agar dlm keadaan hangat
Tutupi dada atas dan tungkai
Buka abdomen Klien sd symphisis
Posisi klien terlentang tangan di kedua sisi sedikit menekuk
Letakan bantal di bawah lutut
Letakan bantal di bawah kepala
Jaga tangan P dan stetoskop dlm keadaan hangat
Riwayat
Bila Klien mengalami Nyeri Abdomen kaji PQRST
Tanyakan kebiasaan BAB Klien
Perhatikan gerakan dan posisi Klien terlokalisir dan terimobilisasi
Tanyakan apakah klien pernah Operasi
Tanyakan perubahan BB 24 jam terakhir
6. Kaji sendawa, sulit menelan,flatulensi,HM, diare,dst.
7. Tanyakan riwayat kanker ginjal, HT
8. Tentukan klien hamil atau tidak
9. Tanyakan apakah klien dlm pengaruh Obat
10. Minta klien menunjukkan lokasi nyeri sblm Pemeriksaan
Tekhnik pengkajian
1. Inspeksi
e. Bila abdomen tampak tegang minta klien berbalik ke samping; inspeksi area iga dan panggul
f. Bila di duga ada penegangan ukur lingkar abdomen
g. Inspeksi gerakan respirasi normal ( srg pd laki-laki)
2. Auskultasi
Siapkan stetoskop hangatkan berikut tangan perawat
Tanyakan pd Klien w’ terakhir makan
Tentukan bagian stetoskop; diafragma utk usus dan bell utk pembuluh darah
d. Letakan sisi diafragma pada kuadran kiri bawah
dengarkan peristaltik usus (suara seperti bunyi berkumur ).
Normal terdengar setiap 5 detik sd 20 detik dg durasi lbh dari atau krg dari 1 detik.
Literatur lain 5 sd 35 kali per menit
Pelaporan ;
Suara usus terdengar tidak ada/ Hipoaktif, sangat lambat,
( mis; sekali dalam 1 menit ),
Hiperaktif (mis; tiap 3 detik).
Normoperistaltik (tiap 5 – 20 dtk)
e. Bila usus jarang sekali atau tdk ada maka tahan 3 – 5 menit
f. Letakan bagian bel stetoskop di atas aorta, arteri renal, arteri iliaka.
- Aorta di bawah superior umbilikus
Arteri renal pd garis tengah perut atau ke arah kiri atau ke kanan dari garis perut bag. Atas mendekati panggul
Arteri iliaka pd area bwh umbilikus sbl kiri atau kanan.
Perkusi
Dimulai dari kwadran kanan atas kmd bergerak searah jarum jam
Perhatikan reaksi klien dan catat bila merasa nyeri
Lakukan perkusi pd area timpani dan redup
Timpani Udara
Redup masa padat
PALPASI
Tujuan :
Mengetahui bentuk, ukuran, konsistensi, dan struktur organ intra abdominal
Metode Palpasi
Palpasi Ringan
Letakan tangan dg jari-jari paralel thd perut
Gerakan jari melingkar dan tekan ke bawah sedalam 1 cm ( subcutan)
Lihat ekspresi wajah klien
Anjurkan klien memberi tahu area nyeri
2. Palpasi Dalam
Lakukan pd 4 kwadran dg area sensitif plg akhir
Tekan ¼ distal permukaan tangan pd tangan yang lain yg di letakan pd dinding perut.
Penekanan ke bawah dilakukan sedalam 4 – 5 cm atau mendekati jaringan subcutan.
Catat adanya masa, jelaskan ttg ; ukuran, lokasi, mobilitas, kontur, konsistensi & nyeri tekan.
Kesalahan : dikira adanya massa padahal batas lateral M.rektus abdominalis dan faeces dlm kolon.
Scr khusus utk menget; hepar, lien. Renal, kandung kemih
Pengkajian Tk. Mahir
Palpasi Hepar
Dilakukan scr bimanualmengetahui pembesaran hepar
2. Langkah :
Berdiri di samping kanan klien
Letakan tangan kiri pd dinding thorak posterior pd tlg rusuk 11 – 12
Tekan tangan kiri shg mengangkat dinding dada
Letakan tangan kanan pd bts bawah tlg rusuk sisi kanan dg membentuk sudut + 45 0 dg M.rektus atau paralel dg otot tsb dg jari ke arah tulang rusuk
Biarkan klien ekhalasi, lakukan penekanan sedalam 4 – 5 cm ke arah bawah bts tulang rusuk
Jaga posisi tangan anda dan suruh klien inhalasi
Rasakan batas hepar bergerak menentang tangan normal reguler
Bila hepar tak teraba / teraba jelas maka suruh klien menarik nafas dalam, sementara anda jaga posisi tangan dan beri tekanan sedikit lbh dalam ( pd obesitas sulit).
Bila hepar membesar lakukan palpasi di batas bawah tulang rusuk kanan. Catat dan nyatakan dalam centimeter di bawah tulang rusuk.
Palpasi Lien
Lien tdk teraba pd org dewasa normal
Palpasi dikerjakan dg pola palpasi hepar
Langkah-langkah :
Anjurkan klien miring ke sisi kanan shg lien lbh dekat dg dinding perut.
Lakukan palpasi pd batas bawah tulang rusuk kiri dg mengg. Pola palpasi hepar.
Palpasi Ginjal
Scr otomatis lobus antar ginjal menyentuh diafragma & ginjal turun sewaktu inhalasi
Ginjal kanan terletak sejajar dg tulang rusuk ke-12 sdg yg kiri sejajar dg tulang rusuk ke-11
Ukuran ginjal pd org dewasa umumnya panjang 11 cm dan lebar 4 cm tebal 2,5 cm.
Langkah-langkah
Aur posisi supinasi dg perawat berdiri disisi kanan klien
Palpasi ginjal kanan, letakan tangan kiri di bwh panggul dan elevasikan ginjal ke arah anterior
Letakan tangan kanan pd dinding perut anterior pd garis midklavikularis dari tepi batas costa
Tekan tangan kanan scr langsung ke atas (klien suruh menarik nafas panjang)
Pada org dewasa normal tdk teraba tetapi pd org yg sgt kurus bagian bwh ginjal teraba.
Bila ginjal teraba, rasakan; kontur (bentuk), ukuran, dan nyeri tekan
Utk ginjal kiri lakukan disisi seberang klien, letakan tangan kiri di bwh panggul kmd lkk tindakan spt palpasi ginjal kanan
Palpasi kandung kemih
Dpt dillk dg satu tangan
Teraba bila mengalami distensi
Kalau distensi lkk perkusi menget. Tk redup
Langkah-langkah
Taruh tangan (satu atau dua) diatas symphisis pubis dg arah paralel (menghadap ke atas)
Tekan tangan ke bawah kmd sedikit putar ke samping kiri dan kanan
Catat adanya pembesaran tsb.
Lahir : Banyuwangi, 28 Agustus 1974
Kode Akses : 110
Alamat : Benculuk – Cluring
Dinas : Bidang P2P Dinkes Bayuwangi
Silabus KDM Dosen Sugeng W
Pemeriksaan Fisik Abdomen : 6 x 50 menit
Konsep dasar Nuritrisi : 4 x 50 menit
Konsep Keseimbangan nutrisi : 6 x 50 menit
Pemeriksaan Fisik Abdomen
Persiapan Alat :
Stetoskop
Penggaris Kecil
Pita Pengukur
Pensil Gambar
Bantal Kecil
Persiapan Klien
Anjurkan klien utk mengosongkan kandung kencing
Atur ruangan agar dlm keadaan hangat
Tutupi dada atas dan tungkai
Buka abdomen Klien sd symphisis
Posisi klien terlentang tangan di kedua sisi sedikit menekuk
Letakan bantal di bawah lutut
Letakan bantal di bawah kepala
Jaga tangan P dan stetoskop dlm keadaan hangat
Riwayat
Bila Klien mengalami Nyeri Abdomen kaji PQRST
Tanyakan kebiasaan BAB Klien
Perhatikan gerakan dan posisi Klien terlokalisir dan terimobilisasi
Tanyakan apakah klien pernah Operasi
Tanyakan perubahan BB 24 jam terakhir
6. Kaji sendawa, sulit menelan,flatulensi,HM, diare,dst.
7. Tanyakan riwayat kanker ginjal, HT
8. Tentukan klien hamil atau tidak
9. Tanyakan apakah klien dlm pengaruh Obat
10. Minta klien menunjukkan lokasi nyeri sblm Pemeriksaan
Tekhnik pengkajian
1. Inspeksi
e. Bila abdomen tampak tegang minta klien berbalik ke samping; inspeksi area iga dan panggul
f. Bila di duga ada penegangan ukur lingkar abdomen
g. Inspeksi gerakan respirasi normal ( srg pd laki-laki)
2. Auskultasi
Siapkan stetoskop hangatkan berikut tangan perawat
Tanyakan pd Klien w’ terakhir makan
Tentukan bagian stetoskop; diafragma utk usus dan bell utk pembuluh darah
d. Letakan sisi diafragma pada kuadran kiri bawah
dengarkan peristaltik usus (suara seperti bunyi berkumur ).
Normal terdengar setiap 5 detik sd 20 detik dg durasi lbh dari atau krg dari 1 detik.
Literatur lain 5 sd 35 kali per menit
Pelaporan ;
Suara usus terdengar tidak ada/ Hipoaktif, sangat lambat,
( mis; sekali dalam 1 menit ),
Hiperaktif (mis; tiap 3 detik).
Normoperistaltik (tiap 5 – 20 dtk)
e. Bila usus jarang sekali atau tdk ada maka tahan 3 – 5 menit
f. Letakan bagian bel stetoskop di atas aorta, arteri renal, arteri iliaka.
- Aorta di bawah superior umbilikus
Arteri renal pd garis tengah perut atau ke arah kiri atau ke kanan dari garis perut bag. Atas mendekati panggul
Arteri iliaka pd area bwh umbilikus sbl kiri atau kanan.
Perkusi
Dimulai dari kwadran kanan atas kmd bergerak searah jarum jam
Perhatikan reaksi klien dan catat bila merasa nyeri
Lakukan perkusi pd area timpani dan redup
Timpani Udara
Redup masa padat
PALPASI
Tujuan :
Mengetahui bentuk, ukuran, konsistensi, dan struktur organ intra abdominal
Metode Palpasi
Palpasi Ringan
Letakan tangan dg jari-jari paralel thd perut
Gerakan jari melingkar dan tekan ke bawah sedalam 1 cm ( subcutan)
Lihat ekspresi wajah klien
Anjurkan klien memberi tahu area nyeri
2. Palpasi Dalam
Lakukan pd 4 kwadran dg area sensitif plg akhir
Tekan ¼ distal permukaan tangan pd tangan yang lain yg di letakan pd dinding perut.
Penekanan ke bawah dilakukan sedalam 4 – 5 cm atau mendekati jaringan subcutan.
Catat adanya masa, jelaskan ttg ; ukuran, lokasi, mobilitas, kontur, konsistensi & nyeri tekan.
Kesalahan : dikira adanya massa padahal batas lateral M.rektus abdominalis dan faeces dlm kolon.
Scr khusus utk menget; hepar, lien. Renal, kandung kemih
Pengkajian Tk. Mahir
Palpasi Hepar
Dilakukan scr bimanualmengetahui pembesaran hepar
2. Langkah :
Berdiri di samping kanan klien
Letakan tangan kiri pd dinding thorak posterior pd tlg rusuk 11 – 12
Tekan tangan kiri shg mengangkat dinding dada
Letakan tangan kanan pd bts bawah tlg rusuk sisi kanan dg membentuk sudut + 45 0 dg M.rektus atau paralel dg otot tsb dg jari ke arah tulang rusuk
Biarkan klien ekhalasi, lakukan penekanan sedalam 4 – 5 cm ke arah bawah bts tulang rusuk
Jaga posisi tangan anda dan suruh klien inhalasi
Rasakan batas hepar bergerak menentang tangan normal reguler
Bila hepar tak teraba / teraba jelas maka suruh klien menarik nafas dalam, sementara anda jaga posisi tangan dan beri tekanan sedikit lbh dalam ( pd obesitas sulit).
Bila hepar membesar lakukan palpasi di batas bawah tulang rusuk kanan. Catat dan nyatakan dalam centimeter di bawah tulang rusuk.
Palpasi Lien
Lien tdk teraba pd org dewasa normal
Palpasi dikerjakan dg pola palpasi hepar
Langkah-langkah :
Anjurkan klien miring ke sisi kanan shg lien lbh dekat dg dinding perut.
Lakukan palpasi pd batas bawah tulang rusuk kiri dg mengg. Pola palpasi hepar.
Palpasi Ginjal
Scr otomatis lobus antar ginjal menyentuh diafragma & ginjal turun sewaktu inhalasi
Ginjal kanan terletak sejajar dg tulang rusuk ke-12 sdg yg kiri sejajar dg tulang rusuk ke-11
Ukuran ginjal pd org dewasa umumnya panjang 11 cm dan lebar 4 cm tebal 2,5 cm.
Langkah-langkah
Aur posisi supinasi dg perawat berdiri disisi kanan klien
Palpasi ginjal kanan, letakan tangan kiri di bwh panggul dan elevasikan ginjal ke arah anterior
Letakan tangan kanan pd dinding perut anterior pd garis midklavikularis dari tepi batas costa
Tekan tangan kanan scr langsung ke atas (klien suruh menarik nafas panjang)
Pada org dewasa normal tdk teraba tetapi pd org yg sgt kurus bagian bwh ginjal teraba.
Bila ginjal teraba, rasakan; kontur (bentuk), ukuran, dan nyeri tekan
Utk ginjal kiri lakukan disisi seberang klien, letakan tangan kiri di bwh panggul kmd lkk tindakan spt palpasi ginjal kanan
Palpasi kandung kemih
Dpt dillk dg satu tangan
Teraba bila mengalami distensi
Kalau distensi lkk perkusi menget. Tk redup
Langkah-langkah
Taruh tangan (satu atau dua) diatas symphisis pubis dg arah paralel (menghadap ke atas)
Tekan tangan ke bawah kmd sedikit putar ke samping kiri dan kanan
Catat adanya pembesaran tsb.
Subscribe to:
Posts (Atom)